Kesasar di hutan di sector B??                                                                                                            Bagi treker pemula di pegunungan dekat Jakarta

 
 
Main Menu
Home
Produk
Beli di mana
Contoh Rute
Slide Show
Resensi
Link Lainnya
Klub Hiking
Tur Hiking
Updates
Testimonials
Administrator
Links
Networking
Komentar
Pendaftaran
Hubungi
Yang Baru


Puncak Trek.com

Penggunaan Peta

dsr

Diantara kesibukan dan kebisingan Jakarta, sebagian penduduknya senang mencari tempat yang nyaman untuk berwisata ataupun beristirahat di alam terbuka. Namun tempat untuk hal ini tidak banyak dijumpai di sekitar Jakarta.

Banyak yang datang ke daerah Puncak di kaki Gn gede dan Pangrango di Jawa Barat. Jalan raya menuju Puncak mengalami kemacetan di akhir pekan, banyak diantaranya dengan keluarga, teman ataupun rekan bisnis untuk menikmati udara segar dan melihat pemandangan alam. Namun sebagian besar wisatawan ini terkonsentrasi di hotel dan restoran di sepanjang jalan raya, mereka tidak berwisata di kawasan pedesaaan karena kurangnya informasi.

Wisata pedesaan telah berkembang di Eropa, konsep ini dapat menjadi pilihan pengembangan wisata di Indonesia. Tempat-tempat indah, suasana pedesaan, penduduk yang ramah, kebun-kebun sayur dan perkebunan besar, sawah yang berkilauan, sungai dengan airnya yang jernih dan air terjun, hutan dan flora dan fauna tropis. Tetapi semua ini belum bisa dinikmati oleh wisatawan lokal. Keinginan untuk jalan-jalan, menginap di alam dan menikmati suasana pedesaan yang tenang tidak dapat dilakukan dengan mudah karena kurangnya informasi.

Peta yang baik adalah kuncinya. Di Eropa dan Amerika banyak dibuat peta untuk hiking dan kegiatan alam bebas. Tersedianya peta yang detail dan akurat dapat membantu wisatawan untuk menjelajahi sendiri wilayah pedesaan, mengikuti jl setapak, mendatangi tempat menarik, mengamati hewan liar dan suasana pedesaan. Lingkungan yang alami dan terjaga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Wilayah yang dipetakan terletak di kaki gunung api kembar Gede dan Pangrango, meliputi bentang alam yang di ukir sungai-sungai yang mengalir dari kedua gunung. Ada beberapa jenis penggunaan tanah termasuk sawah, ladang, perkebunan teh dan hutan hujan tropis. Setiap jenis mempunyai daya tarik tersendiri. Di sawah para petualang dapat berjalan di pematang, seringkali jl setapak cukup nyaman dilalui dengan “nyeker”. Banyak ladang di buat dari gundukan tanah, cara intensif untuk menanam sayuran di tanah vulkanik yang subur di sebidang tanah yang hanya beberapa ratus meter persegi. Perkebunan teh memberikan pemandangan yang luas dan kesempatan berjalan tanpa harus takut kehilangan patokan. Hutan hujan tropis akan semakin baik jika terbentang makin jauh dari kampung. Wilayah permukiman di daerah yang terpetakan termasuk pelosok terpencil dan rumah tunggal (terdapat di peta).

Dengan peta ini treker akan mendapatkan gambaran bentang alam kemana mereka akan berjalan. Mereka dapat memilih ketinggian dan jenis penggunaan tanah yang akan mereka lewati. Treker akan mengetahui dimana tempat yang curam dan datar. Dapat juga bernavigasi dengan kompas dan altimeter atau dengan GPS.

Di daerah ini dapat berjalan dengan berbagai macam cara. Dapat pula melewati rute yang tetap dengan cepat atau memutar dengan santai. Lambatnya laju pertanian tradisional di daerah ini cocok bagi para treker yang menginginkan “mencium bau bunga”.

Peta ini diantaranya dapat digunakan untuk geocaching dan permainan orientasi. Contohnya, dua tim treker mulai berjalan dengan lokasi titik start yang berbeda kemudian harus bertemu di titik pertemuan yang telah ditentukan di peta. Para pengamat burung juga akan bisa memanfaatkan peta ini. Sistem grid indeks di peta setiap kotaknya seluas 250m2, akan memungkinkan pengguna untuk menentukan posisi mereka dan lokasi dimana akan bertemu.

Daerah yang dipetakan ini juga cocok untuk jalur sepeda gunung dan bahkan untuk piknik para pengendara disamping jl tanah atau jl batu. Dengan peta ini, pengguna dapat menentukan jalan serta tempat yang menyenangkan.

Setiap peta meliputi sekitar 50km2 yang sebagian besar wilayah pedesaan, daerah yang sangat besar sehingga memerlukan waktu beberapa minggu untuk menjelajahi dengan berjalan kaki.

[Copyright ©by Alex Korns]